Sapaan Gembala

Tuhan Selalu Punya Cara

Penulis : Pdt Julius Mokolomban | Tue, 23 September 2025 - 11:34 | Dilihat : 362

Kira-kira pada waktu itu Raja Herodes mulai bertindak keras terhadap beberapa orang dari jemaat. Ia menyuruh membunuh Yakobus, saudara Yohanes, dengan pedang. Ketika ia melihat bahwa hal itu menyenangkan hati orang Yahudi, ia selanjutnya menyuruh menahan Petrus juga. Waktu itu hari raya Roti Tidak Beragi. (Kisah Para Rasul 12:1-3).

Paskah kematian Stefanus, penganiayaan terhadap pengikut Kristus terus meluas. Tidak ada belas kasih disana, yang ada hanyalah kebencian dan kemarahan. Mulai dari para Imam besar, ahli taurat, orang Yahudi, hingga raja Herodes sebagai penguasa pada waktu itu.

Herodes menganiaya umat Tuhan. Ia bertindak begitu kejam, bahkan memerintahkan untuk membunuh Yakobus dengan pedang. Dibalik tindakan jahatnya, justru hal itu menyenangkan hati orang Yahudi. Bagi orang Yahudi, membunuh tidak boleh dilakukan, namun kematian Yakobus, justru itu menyenangkan hati mereka. Dengan kata lain, mereka setuju dengan kejahatan yang dilakukan oleh Herodes untuk membunuh Yakobus. Kematian Yakobus harusnya dikuti dengan kesedihan dan duka, tetapi justru hal itu menjadi kebahagiaan yang memuaskan mereka. Ironis, semua karena kebencian.

Melihat sikap orang Yahudi demikian, kini Herodes semakin menjadi-jadi. Iapun memerintahkan untuk menangkap rasul Petrus dan memenjarakannya, bahkan akan mengadilinya didepan banyak orang. Herodes memerintahkan penjagaan yang begitu ketat bagi Petrus. Menempatkan empat regu, masing-masing terdiri dari empat orang prajurit. Petrus terpenjara, terbelenggu dengan dua rantai, sisi kiri kanannya diapit oleh dua prajurit. Cengkaraman rantai, sasaran kebencian dan kemarahan, tidak dapat mengambil damai sejahtera Tuhan bagi Petrus, dia tetap dapat tertidur dengan pulasnya.

Sulit untuk dipahami, disaat Petrus terpenjara, 16 prajurit berjaga-jaga, penantian Herodes untuk mengadilinya, justru jemaat Tuhan tekun mendoakannya. Kurungan penjara, penjagaan ketat enam belas prajurit, menjadi tidak berarti apa-apa, ketika Malaikat Tuhan hadir membebaskan Petrus. Peristiwa ini, bagaikan mimpi bagi Petrus, Itulah keajaiban kuasa Tuhan. Manusia yang terbatas, berjuang dalam keterbatasannya, tetapi Tuhan selalu punya cara tersendiri menyelamatkan yang dikasihi dan dikehendakiNya.

Penguasa dunia hanya mampu menangkap dan memasukan Petrus ke dalam penjara, namun Penguasa hidup dapat membebaskannya. Hati-hati menggunakan kekuasaan jabatan sesaat, untuk kepentingan yang jahat. Herodes berkuasa menjalankan rencana jahatnya pada umat Tuhan, namun Tuhan selalu punya cara untuk menyelamatkan umatNya.

Mereka yang buta pada kebenaran, selalu membenci kebenaran dan berupaya membinasakan pelaku kebenaran, namun kebenaran tak akan pernah terkalahkan. Terkadang ada ketakutan yang menyelimuti, bahkan ketidakberdayaan menghadapi penguasa dunia. Doa dan pengharapan kepada Tuhan, itulah yang menjadi pegangan. Jangan pernah merencanakan yang jahat terhadap sesama, karena manusia hanya bisa mereka-rekakan yang jahat, tetapi Tuhan mereka-rekakan yang baik untuk kebaikan kita. (Kejadian 50:20)

Lihat juga

jQuery Slider

Komentar


Group

Top