Kemuliaan Kebangkitan Kristus
Filipi 3:10-16
Apa keinginan terbesar Anda? Pertanyaan ini sengaja saya tanyakan, supaya kita bisa membandingkan dengan keinginan seorang rasul, yang bernama Paulus. Ia menyampaikan isi hatinya kepada jemaat di Filipi. Ia menyebutnya dengan jelas: “Yang kukehendaki ialah mengenal Dia (Kristus) dan kuasa kebangkitan-Nya […]” Inilah obsesi terbesar Paulus. The dream comes true! Dengan kata lain, yang sangat diimpikan oleh Paulus adalah Kristus. Ia berani menaruh Kristus sebagai yang paling berharga yang pernah ia miliki; bahkan tidak ada yang dapat menggantikan-Nya.
Paulus memiliki kesempatan yang sama dengan orang lain, yang secara lahiriah sangat bangga dengan kehidupan jasmani. Secara status, ia sangat disegani. Ia adalah seorang Israel tulen. Bahkan, ia adalah salah seorang Farisi, yang sangat terkenal begitu all out mempertahankan tradisi dan Hukum Musa. Dengan menyebut asal-usulnya, Paulus menekankan bahwa ketaatannya pada Hukum Taurat bisa diuji. Tidak ada keraguan atas hal itu. Sebagai seorang Farisi, ketaatan atas Hukum Taurat adalah pencapaian luar biasa. Sempurna. Tidak menjadi soal, apakah ketaatan itu dihubungkan dengan kekerasan, bahkan sebagai penganiaya jemaat!
Memandang semua itu sebagai prestasi, adalah kebanggaan dan keuntungan. Namun, semua itu tidak dihitung oleh Paulus sebagai sebuah keuntungan melainkan kerugian. Ini melawan akal sehat. Di saat banyak orang mati-matian mengejar dan mempertahankan status dan kebanggaan duniawi, Paulus justru melepaskannya. Ia melakukan hal itu dengan tidak mudah.
Yesus Kristuslah yang menolongnya! Kehadiran Yesus dalam kehidupan seseorang akan mengubah segalanya. Yang kita anggap untung justru sebaliknya: rugi. Yang kita anggap mulia, justru sebalinya: tidak bernilai (sampah). Semua sistem nilai yang berusaha mengganti kebenaran akan terkoreksi ketika kita menjadi milik Kristus dan Kristus milik kita. Pada saat orang lain mencari kesenangan duniawi, kita diminta bertekun dan meneladani penderitaan bahkan kematian Yesus Kristus. Maksud dari semua ini adalah untuk mengoreksi keinginan daging yang sudah ikut mati bersama dengan kematian Yesus Kristus. Manusia lama sudah mati. Kini, manusia baru bersemi dan mendapat cahaya kemuliaan kebangkitan Tuhan Yesus.
Adalah kerugian besar jika kemuliaan kebangkitan itu tidak memengaruhi seluruh aspek hidup dan karya kita sebagai tebusan dan milik-Nya. Karena kita akan kehilangan tujuan hidup yang jelas. Kita juga akan kehilangan fighting spirit iman karena alasan-alasan yang tidak berdasar. Dan terakhir kita akan kehilangan prospek kedewasaan hidup orang Kristen. Kedewasaan yang ditandai dengan kematangan berpikir yang berdasar pada hikmat TUHAN.
Tujuan Hidup yang Jelas
Kemuliaan kebangkitan Kristus menjadi cahaya yang menuntun perjalanan iman kita. Kemuliaan itu akan melunturkan ketergantungan kita pada tujuan yang samar dan buram. Berfokus pada diri, tidak menguntungkan.
Tetapi berfokus pada panggilan surgawi, suara Allah yang manis dan merdu, akan menyingkap rahasia kehidupan yang sangat agung. Kemuliaan kebangkitan itu menjadi pandu jalan kepada tujuan TUHAN yang jelas bagi kita.
Semangat pantang menyerah
Fighting spirit. Never give up. Dua frasa ini merupakan ekspresi kehidupan seorang Kristen (yang) sejati. Hal ini dapat kita lihat dari Rasul Paulus. Alkitab mengonfirmasi kepada kita bahwa Kristus merupakan jaminan keselamatan kita. Siapa pun yang diberikan oleh Kristus kepada Bapa adalah orang-orang yang dimenangkan oleh Yesus. Bagi Paulus, kemenangan Yesus adalah kemenangannya.
Kekuatan atau kuasa dari kebangkitan itu menjadi pendorong utama baginya untuk lebih bersemangat memaknai kehidupannya, setelah ia terpuruk dalam sejarah yang kelam. Bekerja sekuat tenaga, bukan untuk keselamatan, tetapi memaknai keselamatan dalam dunia kerja dan pelayanan.
Kedewasaan Penuh
Kedewasaan bukan semata-mata soal umur, status sosial, dan hal-hal lainnya yang bersifat artifisial. Kedewasaan adalah perpalingan cara pandang kepada kebangkitan Kristus. Dengan kebulatan hati untuk bangkit meninggalkan gelapnya kematian, akan menolong kita melihat lebih jernih kehidupan kita bersama TUHAN.
Kedewasaan penuh akan selalu terbuka bagi karya-karya Allah lainnya dalam hidup kita. TUHAN akan terus menambahkan apa yang kurang pada kita. Hari ini bukanlah akhir kita berhenti menjadi dewasa. Ingat, masih ada hari esok. Setiap hari di mana kita hidup, TUHAN menghendaki kita untuk menjadi sempurna dan mencapai kedewasaan hidup sebagai seorang Kristen. Dari mana harus dimulai? Dari kebangkitan Kristus. Amin.