Ringkasan Khotbah, Minggu 09 November 2025
Hari Tuhan (2 Petrus 3:1-18, Pdt. Julius Mokolomban)
2 Petrus 3 mengingatkan kita bahwa orang percaya yang telah dipilih oleh Tuhan harus menjaga kesalehan hidupnya. Ayat 1-2 berisikan bagaimana orang percaya berkewajiban untuk menghidupkan pengertian Firman yang murni, Firman yang telah disampaikan melalui para Nabi di Perjanjian Lama, hingga para Rasul di Perjanjian Baru. Ayat 3-5 menuliskan adanya pengejek/pencemooh yang hidup dalam hawa nafsu, hidup dalam skeptisisme yang meragukan tentang Kristus dan kedatangan-Nya yang kedua kali (Yudas 1:18-19). Sayangnya, fenomena ini masih terjadi hingga saat ini, masih banyak manusia yang meragukan kedatangan Kristus, sehingga mempengaruhi gaya hidup mereka yang penuh dengan ketidakpastian.
Rasul Petrus menyoroti bahwa orang-orang di zamannya bisa saja “tahu” kalau Kristus akan datang kembali, namun mereka tidak peduli terhadap Firman Tuhan yang disampaikan kepada mereka. Padahal, di hadapan Tuhan, satu hari itu sama seperti seribu tahun di dunia ini, begitu pula sebaliknya (2 Petrus 3:8). Hal ini menunjukkan adanya suatu jangka waktu yang Tuhan berikan bagi kita untuk kita bertobat dan hidup kudus di hadapan-Nya. Selain itu, ayat 9 secara jelas menyatakan bahwa Tuhan tidak akan lalai menepati janji-Nya, dan Dia dengan sabar menantikan pertobatan kita, supaya jangan sampai ada manusia yang binasa, melainkan bertobat. Dengan kata lain, waktu yang Tuhan berikan haruslah memotivasi manusia untuk memanfaatkan waktu dengan baik, mempertanggungjawabkan iman percaya mereka kepada Tuhan.
2 Petrus 3:10 menggambarkan bagaimana kedatangan Hari Tuhan itu sama seperti pencuri (Matius 24:37-44), karena pencuri tidak akan memberi tahu orang lain kapan dia akan datang, dan Hari Tuhan akan melenyapkan apapun yang ada di bumi ini. Peristiwa yang serupa sebenarnya telah terjadi di bumi ini, yaitu fenomena air bah yang menenggelamkan seluruh isi bumi (kecuali Nuh dan seisi bahteranya), dan musnahnya kota Sodom dan Gomora. Tetapi, dibalik penghukuman yang Tuhan berikan, Dia melindungi dan menyelamatkan orang-orang yang percaya dan setia kepada-Nya. Karenanya, Tuhan memanggil kita orang percaya untuk hidup suci dan saleh (2 Petrus 3:11, Filipi 2:12).
Melalui 2 Petrus 3:14, Petrus mengajak orang percaya untuk senantiasa berusaha menjaga kekudusan hidupnya, mengingatkan akan standar Tuhan yang menuntut 100%, meskipun terkadang ada kejatuhan dan kegagalan di dalamnya. Ayat 17 menuliskan, sebagai orang percaya, kita juga harus mewaspadai kesesatan yang ada di zaman ini dengan berpedoman kepada Firman Tuhan. Kemudian, ayat 18 memotivasi kita untuk bertumbuh dan berjuang di dalam pengenalan akan Firman Tuhan, niscaya kita akan tetap bertahan di tengah arus “gelombang” dunia yang penuh dengan kesesatan.
Adapun hal-hal yang dapat kita pelajari dari khotbah ini adalah:
Kiranya di dalam penantian kita akan Hari Tuhan yang akan datang menumbuhkan iman kita di dalam Tuhan dan menghasilkan pribadi yang benar, membawa kita lebih dekat kepada kebenaran yang Tuhan inginkan.
*JA
Ringkasan Khotbah ini sudah diperiksa oleh pengkhotbah