Ringkasan Khotbah, Minggu 02 November 2025
Hidup oleh Iman (Habakuk 1:2-4, Pdt. Julius Mokolomban)
Nabi Habakuk di dalam pergumulannya mengutarakan suatu keluhan yang cukup mendalam (“Berapa lama lagi, ya Tuhan, aku berteriak, tetapi tidak Kau dengar;”), seakan-akan Allah tidak menggubris doanya. Hal ini sama seperti ketika kita berseru terhadap ketidakadilan dalam hidup kita, dan kita berharap ada perubahan yang terjadi atasnya, namun perubahan itu tidak terjadi. Habakuk 1:2-4 menceritakan suatu kenyataan yang tetap terjadi sampai saat ini, bagaimana orang benar hidup di tengah-tengah orang fasik, dan Tuhan menghukum mereka semua bersama-sama, sehingga terkadang orang benar (seperti Habakuk) tidak memahami, apa yang menjadi maksud Tuhan dalam melakukan hal tersebut.
Dalam Habakuk 2:4, nabi Habakuk dengan jelas menuliskan bahwa sekalipun orang benar berada di tengah-tengah ketidakadilan dunia, niscaya mereka akan tetap hidup dalam iman kepercayaannya. Ayat ini juga relevan dalam menggambarkan kehidupan kita orang percaya di zaman ini, yaitu:
Melalui kisah Abraham di Kejadian 16 dan Kejadian 22, kita bisa mengetahui bahwa orang yang hidup oleh iman mungkin tidak tahu apa yang akan terjadi dalam hidupnya, tetapi ia tetap memiliki suatu keyakinan bahwa jika Tuhan berkenan menolongnya, maka itu pasti akan terjadi, dan kepercayaan kita kepada Tuhan itu harus diuji dengan caranya Tuhan, bukan caranya kita. Hal ini juga bisa dilihat dalam kisah nabi Habakuk, khususnya di Habakuk 3:17, di mana Habakuk tetap berpegang teguh dalam imannya, sekalipun keadaan hidupnya sangat sulit.
Bagaimanakah kita menjalani hidup kita sebagai orang percaya, kalau kita tidak mampu melihat Tuhan bekerja dalam diri kita, atau cara-Nya membentuk hidup kita? Tentunya itu akan sangat menyakitkan bagi diri kita. Karenanya, kita harus hidup mengikuti apa yang menjadi keinginan Tuhan. Rasul Paulus mengungkapkan, ketika seorang percaya mendapatkan kuasa Tuhan yang menyelamatkan hidupnya, maka sepatutnya dia akan hidup dalam iman kepercayaannya kepada Tuhan. Persoalannya, seberapa seringkah kita menggunakan Firman Tuhan sebagai pengendali hidup kita?
Saat orang percaya memiliki dan mengalami iman yang datang dari Tuhan, hidup mereka seharusnya mengalami perubahan di dalam-Nya, dan dalam kesulitan hidup ini, mereka bisa berdiri teguh dalam pendirian di dalam Tuhan. Adapun hal-hal yang kita bisa pelajari adalah:
Di manapun kita berada, biarlah iman itu nyata dalam hidup kita, karena kita hidup oleh iman kepercayaan kita kepada Tuhan. Berjuanglah untuk mengikuti kehendak dan ketetapan Tuhan, karena hidup dalam iman berarti hidup sungguh-sungguh di dalam-Nya, mulai dari hari ini, sampai selama-lamanya.
*JA
Ringkasan Khotbah ini sudah diperiksa oleh pengkhotbah