Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan; lakukanlah apa yang baik bagi semua orang! (Roma 12:17)
Kejahatan sudah terjadi sejak kejatuhan manusia dalam dosa. Dimulai dari pemberontakan manusia di Taman Eden, Tuhan-pun dilawannya. Dosa menghancurkan seluruh tatanan kebaikan dan citra Allah dalam diri manusia.
Rasul Paulus menasihati orang percaya yang ada di Roma, “janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan”. Prinsip hidup yang berbeda dengan dunia, di mana kecenderungan manusia untuk membalas, melawan sekuat tenaga perbuatan salah yang sama, atau bahkan pembalasan yang lebih kejam dari perbuatan. Perilaku seperti ini dianggap biasa pada waktu itu, tetapi orang percaya tidaklah demikian.
Pertama, prinsip hidup orang percaya tidak membalas kejahatan. Paulus mengingatkan, untuk melawan segala bentuk keinginan yang mendatangkan kesalahan. Penguasaan diri harus ditumbuhkembangkan, menguasainya dalam segala hal. Memang mungkin kita tersakiti, bahkan menderita, baik dengan kata, sikap, maupun perbuatan sesama, tetapi kita tidak diberi ruang oleh firman untuk membalasnya. Mengapa demikian? Alkitab menuliskan: Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan; lakukanlah apa yang baik bagi semua orang! (Roma 12:17). Itulah kebenaran yang sesungguhnya.
Kedua, pembalasan adalah haknya Allah. Firman-Nya tertulis: “Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah kamu sendiri menuntut pembalasan, tetapi berilah tempat kepada murka Allah, sebab ada tertulis: Pembalasan itu adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan, firman Tuhan” (Roma 12:19). Dengan jelas, pembalasan bukanlah hak kita manusia berdosa, yang sedang berjuang untuk hidup lebih baik hari lepas hari.
Ketiga, tetap berbuat baik, itu Adalah perintah. Kebenaran mengajarkan prinsip hidup orang percaya demikian; ”lakukanlah apa yang baik bagi semua orang!”(ayat 17b). Bagaimana mungkin kita tetap bersikap baik kepada pembuat kejahatan? “Tetapi, jika seterumu lapar, berilah dia makan; jika ia haus, berilah dia minum!”(Roma 12:20). Mungkinkah firman Tuhan salah dalam mengajarkan? TIDAK! Pola pikir manusia berdosa yang harus tunduk pada kebenaran, baru kita dapat memahaminya dengan benar. Sudahkah kita tunduk pada kebenaran?
Dengan demikian, hidup orang Kristen harus berani berubah dalam kata, sikap, dan perbuatan. Tidak ada pilihan lain. Hanya orang-orang yang tidak mau tunduk pada firman, yang akan terus berjuang melawan kebenaran. Tetapi biarlah kita sebagai orang percaya, belajar untuk tunduk dan menguasai diri, serta memberi ruang kepada Allah untuk melakukan pembalasan atas setiap kejahatan. Ingat, teruslah berbuat baik kepada siapa-pun, karena itulah yang harus kita kerjakan. “Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan!” (Roma 12:21) Tuhan memberkati!