Sapaan Gembala

Ketika Tuhan Memimpin Di Jalan Yang Tidak Kita Mengerti

Penulis : Pdt Arosokhi Laoli | Thu, 26 February 2026 - 10:36 | Dilihat : 67

Saudara-saudari terkasih, dalam perjalanan hidup ini sering kali kita diperhadapkan pada jalan yang tidak kita pahami, misalnya rencana berubah total, harapanpun terasa tertunda, bahkan tujuan masa depan menjadi tidak jelas, situasi seperti itu hati mudah gelisah, dan ini adalah respon manusiawi yang tak bisa kita hindari, namun demikian iman bertumbuh bukan saat semua jelas tetapi ketika kita tetap percaya dalam ketidak pastian apa yang telah kita rencanakan. Setiap anak-anak Tuhan memerlukan tindakan iman yang bukan hanya teori tapi harus disertai komitmen dan tindakan, tidak mudah untuk mengahdapi hati yang gelisah dan iman yang diuji. Dengan situasi seperti ini sebuah ibarat seperti persimpangan iman, sehingga ada yang merespon secara ekstrem yaitu berbalik arah atau meninggalkan Tuhannya tanpa pikir panjang karena kecewa disaat menghadapi jalan yang buntu. Sementara tindakan iman bahwa panggilan kita tetap maju sekalipun dalam situasi yang sulit ini bukan sekadar teori, Melainkan ujian komitmen.

Firman Tuhan mengajak setiap kita agar “Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.” (Amsal 3:5–6). Dalam setiap perjalanan hidup Tuhan tidak menjanjikan kenyamanan yang instan atau semua rencana kita akan terwujud Ketika tanpa hambatan segala sesuatu harus melalui proses, disaat kita percaya penuh kepada Tuhan maka disitulah kita baru melihat bagaimana Dia bekerja, sebagai manusia yang terbatas harus berani melepaskan logika dan pemahaman pribadi dalam memahami kehidupannya ini, karena jika tidak maka arah hidup bisa menjadi tidak terarah.

Firman menegaskan bahwa “Akuilah Dia dalam segala lakumu” ini poin penting sebagai umat yang percaya pengakuan akan kedaulatan Tuhan itu sangat penting dalam setiap tindak tanduk kita. Bersandar kepada-Nya berarti menyerahkan kendali dan tetap taat, jangan bersandar kepada pengertianmu sendiri, perintah ini untuk berhenti memecahkan masalah dengan hanya mengandalkan naluri atau logika manusia. Hanya satu kekuatan adalah percaya dengan segenap hati yakni melepaskan ketergantungan pada kekuatan diri sendiri. Tetap taat meskipun belum melihat ujung jalan yang dituju. Menaruh kepercayaan penuh kepada Tuhan bukan pada situasi.

Maka oleh sebab itu, musti memahami apa langkah praktis mengandalkan Tuhan disaat ketidak pastian hidup Akuilah Dia dalam segala lakumu: artinya libatkan Tuhan dalam setiap aspek hidup, bukan hanya disaat masalah besar baru mengakui kedaulatan Tuhan, sekecil apapun yang kita lakukan harus melibatkan Tuhan. Kita jadikan Dia sebagai penuntun hidup yang utama dalam setiap pengambilan keputusan, mengakui otoritasNya dalam setiap tindak tanduk kita. Percayalah Tuhan akan memberi tuntunan dan penyelesaian disetiap masalah, ingat bantuan itu datang tepat pada waktunya, bukannya diwaktu yang kita paksakan

Oleh sebab itu, mari terus mengakui Tuhan dalam setiap langkah kehidupan kita. Saat kita mempercayakan hidup sepenuhnya kepada-Nya Ia yang setia akan meluruskan jalan kita sesuai kehendak dan rencana-Nya. Tuhan Yesus Kristus memberkati.

Lihat juga

Komentar


Group

Top