MENJADI PENGIKUT YESUS

Penulis : Pdt Netsen | Tue, 10 July 2018 - 12:23 | Dilihat : 16

Di dalam dunia kuno, ketika orang-orang melihat, mendengar dan mengetahui bahwa ada seorang guru dengan suatu pemikiran dan pengajaran yang hebat maka selalu ada orang yang datang kepadanya untuk menjadi pengikutnya dan berguru padanya. Tidak perlu sang guru mencari dan memanggil mereka. Demikian juga jikalau kita membaca kitab-kitab Injil. Kita juga akan menemukan bahwa banyak orang yang tertarik pada apa yang dilakukan oleh Yesus. Mereka tertarik dengan mujizat-mujizat yang dilakukan-Nya. Misalnya, Matius 4:24-25 mencatat tentang banyak orang berbondong-bondong dari Yerusalem, Galilea, Dekapolis, Yudea, dan seberang Yordan. Orang banyak mengikut Yesus karena mereka tertarik akan kemampuan Yesus sebagai "miracle worker" (pembuat mukjizat). Selain memiliki kemampuan untuk melakukan berbagai mujizat, ada juga orang-orang yang tertarik dan takjub dengan pengajaran Yesus, misalnya Matius 7:28-29 mencatat bahwa banyak orang takjub akan pengajaran Yesus "sebab Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa, tidak seperti para ahli Taurat mereka." Orang-orang yang takjub ini kemudian "berbondong-bodong mengikuti Dia" (Mat. 8:1). Pertanyaan penting, apakah orang-orang banyak itu adalah sungguh-sungguh menjadi pengikut Yesus? apakah mereka adalah pengikut Yesus yang sejati?

Di dalam sebuah bukunya yang berjudul; the crowds in the gospel of Matthew, J.R.C. Cousland menjelaskan tentang orang-orang yang berbondong-bondong mengikuti Yesus adalah, sekelompok orang yang kelihatannya bersikap positif dan responsif terhadap Yesus, namun tidak pernah mereka dibicarakan sebagai orang-orang yang membuat komitmen untuk menjadi pengikut Yesus yang sejati atau yang disebut "murid-murid". Di dalam bebearapa bagian Injil, para penulis menegaskan meskipun mereka bersikap positif terhadap pengajaran Yesus, bahkan berbondong-bondong mengikuti Dia, namun sekelompok orang tersebut dikontraskan dengan pengikut Yesus yang sejati atau para murid. Rasul Yohanes dalam tulisan Injilnya, menyatakan bahwa orang-orang yang berbondong-bondong sebagai orang-orang yang hanya mencari Yesus serta mengikuti Dia karena menghendaki Yesus melakukan mukjizat bagi mereka. Mereka pada akhirnya menolak panggilan Yesus untuk bersekutu dengan Dia dalam penderitaan serta kematian-Nya (Yoh. 2:23-24; Yoh. 6).

Konsep mengikut Yesus perlu dipahami dengan tepat. Pengikut Yesus yang sesungguhnya adalah orang-orang yang "dipanggil" untuk menyerahkan hidup kepada Yesus. menjadi pengikut Yesus bukan atas inisiatif manusia berdosa. Tidak pernah atas inisiatif diri sendiri lalu seseorang diselamatkan kemudian mengikuti Yesus. Inisiatif itu selalu berasal dari Tuhan melalui para pemberita Injil (Rm. 10:14). Mereka adalah orang yang dipanggil oleh Tuhan melalui berita Injil. Mungkin kita akan bertanya, mengapa menjadi pengikut Kristus bukan atas inisiatif manusia? Alasan paling mendasar adalah bahwa dosa sedemikian hebat mengikat serta mendistorsi kehidupan semua orang, sehingga yang mereka inginkan adalah pemberontakan melawan Tuhan dan hidup menurut keinginan mereka sendiri.

Perhatikan bahwa bahkan orang-orang yang kelihatannya bersikap positif terhadap Yesus, mereka yang berbondong-bondong mengikut Dia, pada akhirnya yang mereka cari adalah kepentingan diri mereka sendiri. Yesus dijadikan "alat" pemenuhan kebutuhan dan keperluan mereka. Mereka mengikut Yesus bukan karena bertobat, melainkan karena bagi mereka Yesus memenuhi keperluan mereka. Hal demikian terus terjadi dari waktu ke waktu bahkan hingga sekarang. Mungkin kah kita adalah orang yang ada di pusaran tersebut? Oh, semoga tidak.

Datang kepada Yesus dan menjadi pengikutnya tidak seperti konsep seorang yang sakit lalu dia mencari dokter dan datang kepada dokter untuk diobati. Tidak. menjadi pengikut Yesus tidak seperti konsep “dokter-pasien”. Perbedaan besar antara dokter dan Yesus adalah bahwa normalnya orang-orang datang kepada dokter karena mereka terlebih dahulu tahu bahwa mereka sakit atau setidak-tidaknya mengetahui gejala penyakit tertentu, maka mereka memerlukan pertolongan seorang dokter. Tetapi, ketika itu menyangkut hal mengikut Yesus, pertama-tama orang tersebut harus diberitahu bahwa ia "sakit" yang memimpin kepada penghakiman kekal dan bahwa ia tidak dapat membenarkan dirinya sendiri di hadapan Allah yang kudus, kecuali kalau Ia percaya kepada Tuhan Yesus. Dan penyakit rohani seperti ini, justru bukan sebuah penyakit yang membuat orang yang mengidapnya merasa sakit. Sebaliknya ia merasa sehat, kuat, gagah, dan bahkan tidak memerlukan "dokter" (Tuhan).

Kiranya kita memahami dengan tepat arti menjadi pengikut Yesus yang sesungguhnya sehingga kita tidak salah dalam memahami dan menjalani kehidupan sebagai pengikut Yesus. mari kita mengintropeksi diri, apakah kita adalah pengikut Yesus yang sejati. jikalau iya, apakah kita adalah orang yang menyukai pemberitaan Injil yang menelanjangi keberdosaan kita? Atau kah kita adalah orang yang menyukai Injil yang menyenangkan telinga, "Injil yang manis," Injil yang memberikan kekayaan”, "Injil kesembuhan", "Injil kemakmuran," "Injil tanpa keharusan bertobat". Kiranya kita menjadi pengikut Yesus yang hidup dalam ketaatan dan kesetiaan dalam melakukan kehendak Yesus Kristus Tuhan. Amin - Pdt. Netsen

Lihat juga

jQuery Slider

Komentar

Top